Rumah Impian

“Enak ya,mbak,rumahmu gede. Rumahku kecill..” kata teman saya. Lha,saya malah iri dengan dia yang punya rumah mungil,tapi semua pilihan sendiri😀.

Saya tipe orang yang betah di rumah. Bekerja pun saya lebih senang melakukannya dari rumah. Menuangkan inspirasi lebih mudah saya lakukan saat sedang ‘ngomah’.

Mungkin ini dilatarbelakangi kondisi fisik dari zaman sekolah dulu yang mudah sakit, sehingga saya terbiasa melakukan banyak hal dari kamar.

Karena itu,memiliki rumah yang homy dan bersahabat bagi saya adalah impian. Bukan rumah besar,apalagi mewah. Namun rumah yang nyaman,cukup utk saya dan keluarga. Saya ingin rumah jadi tempat ‘pulang’ yang dirindukan.

rumah hijau

Bagi saya,rumah tidak harus besar,tapi terletak di tengah halaman rumput yang cukup luas (haha..tetap ada yang besar ternyata). Banyak bukaan jendela, sehingga sirkulasi udara dan sinar matahari pagi dapat masuk. Huwah..nyamannyaa..

Mendesain, memilih furnitur, menata sendiri isi rumah adalah impian saya sejak dulu. Menyenangkan bermain dengan inspirasi ttg tempat saya akan menghabiskan banyak waktu kelak.

Tapi kadang realita tidak selalu sama dengan impian.

Saat menikah,suami sudah memiliki rumah yang dibangun dengan desain yang sangat minimalis (minim jendela maksudnya..haha). Maklum,yg memilih jg alm ibu yg tentu saja tdk mengenal gaya arsitektur anak muda,yg penting fungsionalitas. Furnitur juga sudah diisi dengan barang turunan orang tuanya (barang2 tua maksudnya😛 ). Dan yang paling mengerikan adalah,kenyataan bahwa rumah itu terletak di tepi jalan raya besar di Jogja. Ya Tuhan,bising dan debu adalah musuh utama tubuh saya.

Pusing. Saya kebingungan mengatur rumah agar jadi tempat yang menyenangkan. Belum lagi kakak ipar belakangan memanfaatkan halaman samping rumah untuk membangun 2 ruko,namun tidak menyiapkan toilet di bagian ruko itu. Sehingga penyewa mendapat akses ke kamar mandi di halaman belakang. Makin tidak tenanglah saya,karena akan ada orang luar yang masuk ke area rumah. Meski cuma di halaman belakang.

Jadi harus bagaimana? Apakah saya harus menyerah? Hm..gampang saja kalau menyerah dengan rumah ini. Bilang,”yuk Yah,kita jual saja trus pindah ke rumah baru”. Hahay! *ditabok mertua krn ga njaga histori dan perjuangan rumah itu.

Akhirnya, bertahap saya mulai ‘memoles’ apa yang ada agar tampak lebih sesuai dengan karakter yang saya inginkan. Kursi,misalnya. Tua memang,tapi terbuat dari jati. Hanya joknya yang kusam dimakan usia. Saya beli kain dengan warna ceria,dan motif garis vertikal. Adik saya membantu memasang dan menjahitnya (iya,kami kerjakan sendiri!). Wow,hasilnya suasana rumah langsung tampak beda.

Banyak teman yang memuji kreasi itu saat bertandang ke rumah. Murmer😀.

Hmm..sejak itu,memoles isi rumah merupakan tantangan bagi saya. Benda boleh tua dan ketinggalan zaman,tapi kita bisa menambah sedikit sentuhan agar ia tampak berbeda.

Saat ini belum banyak yang saya lakukan,karena prioritas selalu ada. Tapi seperti kata seorang ibu di dekat tempat kost saya dulu : “mbak,segala sesuatu dalam rumah tangga itu dibangun bertahap.. Ada waktu-waktunya. Ga usah keburu saat melihat orang lain”

Posted by Wordmobi

3 responses to this post.

  1. Posted by indah on November 12, 2009 at 4:10 am

    iya mba…sabar, semua emang bertahap, diriku juga udah ada rumah sendiri baru aja 3 bulan yg lalu kita tempatin tp isinya masih blom banyak, masih yg utama aja seperti lemari, t4 tidur,peralatan dapur..sofa kita blom punya (jadi masih lesehan ^_^) pengen bgt punya sofa tp ya itu td, perjuangan buat beli rumah itu aja berat jd saya dan suami harus nabung lagi buat dpt sofa, tp akhirnya bulan puasa kmrn kami bisa beli sofa juga walaupun g bagus2 bgt tp sesuai lah dgn kebutuhan dan konsep rumah kami, skrng pengen ngisi2 yg lain lagi …tp itu td harus menabung lagi..bertahap lagi xixixixix…emang harus sabar mba..hehehehe kok malah curhat ^_^

    Balas

  2. nice blog…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: