Saya Orang Palembang : Kenali, Cintai

desain kaos nyenyes

Gambar diambil dari desain kaos nyenyes.com

Seorang teman punya pengalaman pahit saat mencari kost di Jogja.

“Ada kamar,Bu?”

“O,kebetulan ada,Mas. Mari mari, sekalian saja dilihat” jawab si ibu dengan keramahan khas Jogja.

Setelah  menanyakan fasilitas dan harga, teman saya tertarik utk langsung mengambil kamar.

“Nah,ini formulirnya. Monggo diisi,Mas” sambut si ibu antusias. Teman saya siap menulis, “ngomong-ngomong,masnya asli mana?”

“Dari Palembang,bu” teman saya menjawab tanpa prasangka. Fokus menulis biodata di formulir.

“Haduh,saya lupa e,Mas. Kamarnya tadi sudah dibooking. Maaf ya!” si ibu langsung menarik formulir dari tangan teman saya.

Itu kejadian 7-8 tahun yang lalu. Tidak cuma sekali si teman mengalami “penolakan” ketika menyebut nama daerah asalnya. Kota yang selalu ramah dan terbuka baginya. Entah bagi mahasiswa asal Palembang sekarang yaa .. moga tidak terjadi lagi :)

Saya pun pernah mengalami hal yang sama. Saat naik taksi dengan mama yang berlibur ke Jogja. Awalnya pak supir sangat menyenangkan. Tapi ketika kami menjawab daerah asal,duh, beliau langsung bicara dengan nada sinis. “Copet di malioboro itu banyak dari Palembang,mbak!” dan bla bla tentang kejadian-kejadian ga enak lain antara dia dengan orang “Palembang”.

Huwa, taxi yang ber-AC jadi terasa gerah. Saya dengan mama langsung pandang-pandangan sedih mendengar cerita pak supir.

Saya tidak akan membahas bagaimana citra negatif orang Palembang di mata dunia (halah!). Kalau bicara SARA,tidak sedikit dari kita yang masih men-generalisir orang suku ini begini,suku itu begitu (kasian ya para konseptor sumpah pemuda yang dah susah payah).

Dulu tidak jarang telinga saya panas kalau ada orang yang menyentil suku dari mana saya berasal. Tapi lama kelamaan,saya belajar. Percuma menjelaskan dan berkata tidak. Yang bisa saya lakukan adalah tersenyum manisss..menjaga sikap,menunjukkan dgn perbuatan,bahwa gambaran negatif ttg orang Palembang di mata mereka tdk benar. Buktinya, ada Den Bagus ngguanteng aseli Jogja yang kesengsem,trus ngelamar saya *ditimpuk.

Orang Palembang itu suka berkelakar, suka makan, ngumpul bareng, peduli dgn berbuat meski di luar terlihat acuh. Kata-katanya kadang terkesan ketus, straight to the point, terkesan sombong (cak ketako’an,istilahnya),tapi itu cuma gaya bahasa yang dibawa dari lingkungan. Kadang orang palembang memang cepat tersulut emosi, naik intonasi. Tapi kebanyakan cuma sampai disitu.

Namun,setelah hidup di luar Palembang,ada 1 hal yang jadi catatan saya tentang orang Palembang sendiri. Hal yang dulu juga jadi kalimat andalan. Ya,ada 1 kalimat yang kadang membuat saya heran..sering disebut orang Palembang di saat merasa terdesak, lemah.. Seakan mencari perlindungan, kira2 sejenis dengan ini :

“Jangan main-main dengan saya, kakak saya preman besar yang menguasai daerah Tanggo Buntung!” (nama daerah ini cuma contoh lho..no offense ;P )

Nah lo..kalau tak mau citranya negatif,kok masih bangga dengan sesuatu yang negatif?

Ditulis untuk http://www.ePalembang.com

Tulisan bisa dilihat disini

8 responses to this post.

  1. Posted by vicong on November 18, 2010 at 1:40 pm

    wong kito gilo *eh

    bahas serius sih selain faktor sumbu pendek wong kito, logat Palembang itu di telinga yang tidak terbiasa terasa ketus atau nyindir, kurang ramah. Tapi bagi yang biasa cukup sekata dua kata langsung ketebak ini pasti wong kito minimal daerah sebelahnya😀

    Balas

  2. Posted by Punya mertua palembang on November 29, 2010 at 1:29 am

    Memang…orang palembang memang payah, kurang bekerja keras, omong besar, tidak punya malu dan sedikit tolol (kalo tidak dikatakan memenag totol)..bangga pula….

    Balas

  3. Posted by putra linggau on Juli 13, 2014 at 6:48 pm

    saya tak peduli masalah rasis kalian saya ingin membantu::: ini bagi putra palembang yg ingin kerja dikapal pesiar saya akan bagi2 infonya hubungi fb WORTEKS PERENNIAL bagi yg ingin tahu lebih banyak informasinya

    Balas

  4. Posted by endanng d on Agustus 20, 2014 at 8:56 am

    yah setahu saya anak palembang itu penampilannya slu rapi, peduli sesama, lebih senang berkumpul2. logat bicaranya kasar, tidak mudah untuk dicerna/dipahami.

    Balas

  5. Posted by iskal on November 2, 2014 at 4:15 am

    palembang anjing..
    fuck

    Balas

  6. Posted by Fani on Januari 22, 2015 at 2:38 am

    Lagi cari tentang rumah makan Plembang, eh bersinggungan dengan blog ini. Kebetulan bapak saya wong kito asli 1000%. Mnrt saya secara umum wong kito itu klo berbicara blak2an dan nada bicara yang digunakan tinggi. Tidak jarang orang Jawa atau Sunda suka kaget di awal karena mereka kira sedang marah2 hihi. Namun mnrt saya juga wong kito rasa setiakawannya super tinggi. Apalagi masalah perantauan, langsung semangat wong kito-nya keluar banget. Namun kembali lagi… Sejelek atau sebagus apapun persepsi orang awam, diri kita pribadi yang ‘berbicara’ kualitas atau kepribadian kita. Lepas dari embel2 kesukuan🙂

    Balas

  7. Posted by Palembang anjing setan kek babi hina on Oktober 26, 2016 at 5:33 pm

    ORANG PALEMBANG ANJING EMANG. Kost sebrangku anak palembang. Anjing kali dia bawa twmennya dan ga beretika sama sekali. Palembang anjing hina kali anjing

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: